Wednesday, September 24, 2014

Cerita Firina Sinatrya


Cerita Firina Sinatrya
-























Passion di modeling. Firina mengaku bahwa passion-nya cenderung di bidang modeling. “Aku sangat suka dan menikmati saat melakukan fashion show dan sesi foto. Tapi, suatu hari nanti aku ada rencana untuk punya restoran sendiri, karena aku kan dulu kuliah masak,” ujar wanita yang juga pandai masak masakan western ini. Meskipun muda, Firina cukup jeli melihat peluang. “Aku masih melihat-lihat orang
tuh paling sering ke mana. Sepertinya, sekarang orang-orang lebih senang ke tempat yang bisa nongkrong lama-lama dan ada wifi. Jadi, nanti konsepnya akan seperti itu, tempatnya akan cozy, di mana orang bisa kapan saja datang dan tidak hanya untuk makan,” jelas finalis Wajah Femina tahun 2009 ini. 

Hidup seimbang. Hidup sejatinya memang mesti seimbang, tidak melulu diisi dengan pekerjaan, tapi juga dengan hal-hal yang menyenangkan. Firina menyadari hal itu. “Kalau ada waktu luang, aku suka jalan-jalan, seperti nonton atau sekadar nongkrong. Kadang-kadang shopping juga,” ujar wanita berdarah campuran Jawa, Batak, dan Belanda ini. Tapi, sebenarnya ada hal menyenangkan lain yang biasa dilakukan Firina, yaitu menghabiskan waktu dengan membaca. “Aku hobi baca, biasanya novel fiksi. Seru! Bahkan, saking serunya aku bisa terbawa oleh ceritanya, seolah berperan sebagai karakter di buku itu. Aku gampang terhanyut dalam cerita di novel, karena imajinasiku cukup kuat. Jadi, sambil baca aku juga membayangkannya. Di bagian yang lagi seru-serunya bisa bikin aku tidak mau berhenti membacanya,” tambah wanita yang baru saja selesai membaca seri Hunger Games. 

Lalu, mengingat kesibukannya yang menumpuk, kapan Firina menjaga kesehatan tubuhnya –dan lekuk tubuh indahnya? “Aku jaga makan dan olahraga. Biasanya, lari di sekitar rumah, tidak harus ke gym. Setelah bangun tidur, bisa langsung lari. Tidak setiap hari sih, seminggu sekali atau dua kali. Tapi, kalau lagi program diet, bisa dua hari sekali. Larinya sendiri, pagi atau sore. Kalau bangun pagi sudah kesiangan, ya larinya sore.”

Ingin yang konsisten. Firina mendeskripsikan dirinya dalam tiga kata: Fun, easy going, dan penyayang. “Kalau aku nongkrong dengan teman-teman, bisa di mana saja. Suatu ketika, aku pernah nongkrong di bundaran HI dan ketiduran di air mancurnya! Waktu bangun, ternyata sudah dikasih jaket sama teman karena kasihan, takut digigitin nyamuk!” terangnya, sambil tertawa renyah. “Di sisi lain, aku suka tidak tega kalau melihat orang yang mencari nafkah di jalanan. Jangankan orang, melihat kucing di pinggir jalan pun tidak tega,” ujar penyayang kucing dan anjing ini. “Pada dasarnya, itu karena aku memang pemikir. Semuanya dipikirin,“ tambah Firina yang akan merasa sexy saat ada pria yang dapat membuat perasaannya nyaman. 

Lantas, pria seperti apa yang akan membuat Firina merasa nyaman? “Pada dasarnya, aku suka pria yang lucu, pandai nge-joke, nyambung, sehingga dengan mendengarkan dia cerita sudah langsung senang,” kata wanita yang mengaku tidak punya kriteria fisik tentang pria idaman. “Dia tidak harus tinggi atau sixpack, justru yang terlalu berotot menurutku serem. Entah kenapa, aku suka pria yang punya brewok, mungkin karena kesannya laki banget.” “Buatku, pria yang keren itu yang gayanya sedikit berantakan, seperti rock ‘n roll gitu. Tapi, yang terpenting, bisa ada di sampingku ketika aku benar-benar membutuhkannya, bisa bikin aku ketawa saat aku sedih, dan bikin aku bilang bahwa dia memang pacarku,” tambahnya. Firina menambahkan bahwa pria yang keren juga  perlu punya kepribadian yang kuat, sikap tegas, dan tahu apa maunya dengan jelas. “Intinya, aku ingin punya pasangan yang nice boy tapi dengan gaya bad boy! Ada?” tanyanya. 

No comments:

Post a Comment