Sunday, September 14, 2014

Berapa Besar Risiko Yang Dapat Anda Ambil




besar risiko diambilMicrosoft mengumumkan untuk membeli bisnistelepon seluler Nokia sebesar 7.2 miliaar dolar. Tahun 2000 lalu, saat perusahaan asal Finlandia tersebut menjadi produsen telepon teratas di dunia, nilai pasarnya memuncak hingga 300 miliar dolar.
Pada waktu yang sama – sebelum iPhone diluncurkan – Apple hanya bernilai kurang dari 10 juta dolar AS. Sekarang sahamnya mencapai sekitar 450 miliar dolar.
Keberuntungan yang berbeda untuk keduaperusahaan tersebut, benarkah?
Pasar yang kompetitif memang seperti itu adanya. Suatu hari hampir bangkrut, tapi di lain waktu meraih cash 120 juta dolar AS.
Sama halnya dengan karier. Ketika Anda dapat meraih satu atau lebih pencapaian, banyak dari kita malah menolak. Beberapa bahkan memutuskan menghindari untuk berada di atas. Mengapa? Karena kemungkinan Anda tidak waspada di sudut mana Anda berada, dan itu sangat sangat penting untuk diketahui.
Misalnya, Anda adalah seorang manajer lini tengah yang ingin mencapai jajaran eksekutif. Jika Anda tetap di jalur Anda, Anda dapat menginvestasikan untuk masa depan. Anda mendapat risiko penghasilan dan karier yang besar.
Tetapi bagaimana karier Anda kemudian dapat melonjak setinggi mungkin? Bagaimana jika Anda ternyata sudah mencapai puncak? Anda harus mengatur karir dan keuangan Anda dengan sangat berbeda. Anda akan menjadi jauh lebih konservatif dan menghindari risiko.
Kenyataan yang sama akan dihadapi oleh para eksekutif dan pimpinan bisnis berpenghasilan, untuk bertahan setelah kesuksesan mereka hampir tenggelam. Mereka tidak waspada dan mengabaikan situasi yang dihadapi sebenarnya. Hal berikutnya yang mereka tahu, itu adalah margin call dan mereka tidak mempunyai uang tunai.
Itu dapat terjadi ke semua orang, hampir setiap waktu. Untuk mencegahnya, berikut beberapa hal untuk dapat kita ingat. Minimal, terdengar seperti saran. Tetapi jika rasanya seperti saya melempar bata kepala Anda, tandanya Anda benar-benar memperhatkan dan mendengar sebelum semuanya terlambat.
Tidak ada model standar untuk hal ini. Percayalah penunjuk arah internal Anda.
Beberapa orang mencapai puncak pada usia 30an, beberapa makin kuat sampai usia 60an dan melampauinya.
Jika makelar menyarankan Anda untuk membeli rumah dari pendapatan masa depan Anda, mungkin Anda harus mengkolaborasikan saran itu dengan penunjuk arah pribadi Anda. Penunjuk arah yang mempunyai komponen logika dan emosional. Dengan kata lain, gunakan alasan yang kuat tetapi tetap mempercayai insting Anda.
Maaf mengambil contoh makelar, tetapi sama kenyataannya untuk financial advisors, pelatih, atau siapapun yang memperoleh keuntungan dari saran yang mereka berikan untuk Anda. Tetap, mendengarkan saran dari orang-orang yang Anda percaya, tetapi selalu membuat keputusan terakhir sendiri.
Harapan adalah strategi yang jelek. Realistislah
Orang-orang yang sangat mawas diri, sadar akan kenyataan bahwa mereka sangat tahu posisi karier mereka antara jauh dan dekat. Percayalah. Disamping ada hal hal seperti keberuntungan dan beberapa hal sesederhana di bawah kontrol Anda. Jangan gantungkan rencana Anda pada harapan. Itu adalah ide yang buruk.
Saya tahu jika mereka berkata “berharap untuk yang terbaik, rencanakan untuk yang terburuk. Sesungguhnya saya adalah penggemar berat ide itu. Tetap saja, saya menyarankan Anda untuk sebisa mungkin bersikap realistis. Tentu, Anda mempunyai harapan dan impian sampai suatu hari mereka membongkar Macbook dengan tangan dingin Anda. Hanya, jangan mengasumsikan impian Anda akan datang.
Dan, seperti yang sudah saya katakan di atas, jika Anda tidak memperhitungkan soal usia, penting untuk Anda tahu posisi Anda sebenarnya. Dengan kata lain, Anda lebih mungkin mengambil resiko lebih besar ketika Anda masih muda. Semakin mendekati garis, Anda mungkin ingin mengaudit karier Anda secara lebih serius.

No comments:

Post a Comment